Bagaimana Kota Dapat Beradaptasi Dengan Iklim?
Top Articles

Bagaimana Kota Dapat Beradaptasi Dengan Iklim?

Bagaimana Kota Dapat Beradaptasi Dengan Iklim?Tahukah Anda bahwa 56,2% dari populasi global tinggal di kota?

Jumlah orang yang tinggal di daerah perkotaan telah meledak dalam 70 tahun terakhir, dan terus berlanjut. Bahkan, pada tahun 2050 persentase orang yang tinggal di kota dan kota diperkirakan akan mencapai 70%!

Setiap tahun, pada tanggal 31 Oktober, PBB menjadi tuan rumah Hari Kota Sedunia. Tema tahun ini adalah “Mengadaptasi Kota untuk Ketahanan Iklim” untuk meningkatkan kesadaran tentang bagaimana perubahan iklim mempengaruhi kota. Mari kita telusuri tantangan yang dihadapi kota.

Tantangan Perkotaan

Bencana alam terkait iklim, termasuk banjir, kekeringan, kenaikan permukaan laut, gelombang panas, tanah longsor, dan badai, mengancam kota-kota di seluruh dunia.

Kota mengkonsumsi 75% energi dunia dan mengeluarkan 80% gas rumah kaca dunia. Populasi padat berkontribusi pada masalah seperti peningkatan timbulan sampah, kemacetan lalu lintas, kualitas udara yang buruk akibat kabut asap, dan kelangkaan air, antara lain.

Perubahan iklim menyebabkan kondisi panas yang ekstrim di beberapa tempat dan curah hujan yang berlebihan di tempat lain. Karena kota menggunakan bahan seperti beton dan aspal yang menyerap radiasi matahari, mereka cenderung menjadi lebih panas daripada daerah sekitarnya. Fenomena ini dikenal sebagai efek pulau panas perkotaan. Selain itu, air hujan tidak mudah mengalir di kota-kota, menyebabkan banjir perkotaan. Hal ini tidak hanya berdampak pada kehidupan penduduk perkotaan tetapi juga kondisi ekonomi dan mata pencaharian mereka.

Kota-kota pesisir menghadapi masalah lain dari naiknya permukaan laut. Panel Internasional tentang Perubahan Iklim (IPCC) memproyeksikan bahwa permukaan laut dapat naik rata-rata 1 hingga 3 kaki pada tahun 2100, yang akan menenggelamkan kota-kota pesisir dataran rendah. Faktanya, lebih dari 130 kota pelabuhan dengan masing-masing lebih dari satu juta orang, dapat terkena dampak banjir pesisir.

Bagaimana Kota Dapat Beradaptasi?

Kota harus mulai dengan mengukur risiko yang ditimbulkan pada populasi mereka. Mereka perlu mempertimbangkan isu-isu seperti kemiskinan, pengelolaan air, perumahan, infrastruktur, serta standar dan bahan bangunan.

Kota-kota juga perlu membangun upaya kesehatan masyarakat dan kesiapsiagaan darurat. Beberapa kota bahkan telah menunjuk Chief Heat Officers untuk merencanakan kondisi panas yang ekstrim. Kota juga perlu mengalokasikan dana dan perencanaan untuk membantu orang pindah. Membangun perumahan saja tidak cukup, karena orang-orang miskin dan pengungsi iklim perlu disediakan komunitas dengan layanan dasar.

Di beberapa bagian Afrika dan Asia, pertumbuhan kota yang cepat dapat menjadi peluang untuk mengadopsi infrastruktur perumahan dan transportasi inovatif yang bermanfaat bagi lingkungan, mendorong pembangunan ekonomi, dan menggunakan teknologi kota pintar. Misalnya, kota dapat menggunakan bahan bangunan yang permeabel (bahan yang mendorong penangkapan dan aliran air) untuk mendinginkan daerah perkotaan. Beberapa kota juga ingin menerapkan atap hijau dan melapisi trotoar dengan cat reflektif abu-abu yang dapat mengurangi suhu perkotaan.

Apa saja tantangan yang dihadapi kota Anda? Apa yang dapat dilakukan kota Anda untuk menjadi lebih tahan terhadap perubahan iklim?

Sumber: PBB, Bloomberg, WE Forum, NASA, Urban October

Posted By : keluaran hk mlm ini