Bug Burger, Siapa Saja?  |  Solusi Inovatif Youngzine
Top Articles

Bug Burger, Siapa Saja? | Solusi Inovatif Youngzine

Bug Burger, Siapa Saja?  |  Solusi Inovatif YoungzineKetika Anda memikirkan serangga, kata pertama yang muncul di benak Anda mungkin bukan “dapat dimakan”. Bagaimana belatung atau belalang bisa dibuat menjadi hidangan gourmet?

Anehnya, apa yang Anda anggap sebagai hama kotor mungkin terdengar seperti makanan yang enak bagi orang lain.

Di Afrika, Asia, dan Timur Tengah, serangga seperti belalang, cacing Tacoma, dan ulat tepung adalah makanan yang umum.

Gagasan menukar daging babi, ayam, atau sapi dengan serangga mungkin terdengar menjijikkan, tetapi memakan makhluk ini dapat bermanfaat bagi diri Anda dan lingkungan. Mari cari tahu lebih lanjut!

Manfaat Makan Serangga

Ada lebih dari 2.100 jenis serangga yang dapat dimakan di dunia.

Banyak serangga yang cocok untuk dikonsumsi manusia kaya akan protein dan vitamin. Faktanya, setiap spesies unik dalam hal nutrisi dan karakteristiknya (beberapa memiliki rasa pedas, sementara yang lain mungkin keju!)

Serangga yang berbeda juga dapat dimakan dengan cara yang berbeda: mentah, dipanggang di atas api terbuka, dikeringkan dengan cara dibekukan, dimasak, atau dibuat menjadi bubuk halus. Faktanya, serangga dapat dimasukkan ke dalam banyak makanan, dan kita mungkin tidak akan menyadari perbedaannya.

Keuntungan terbesar adalah biaya pemeliharaan serangga yang sangat kecil. Dibandingkan dengan sapi, serangga menghasilkan emisi karbon delapan kali lebih sedikit dan membutuhkan air enam kali lebih sedikit untuk pemeliharaannya.

Selain itu, serangga dapat diberi makan dengan produk limbah seperti bubur buah, sayuran yang terlalu matang, dan biji-bijian sebagai produk sampingan dari pembuatan bir alkohol. Limbah serangga juga dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk tanah. Dan tidak seperti peternakan yang mengambil sekitar 80% dari semua lahan pertanian, peternakan serangga relatif kompak dan dapat menghemat ruang berharga untuk penggunaan lain.

Semua ini membuat peternakan serangga menjadi lebih menguntungkan, dengan sedikit pemborosan uang dan sumber daya.

Masa Depan Makanan?

Karena populasi dunia kita mendekati 9 miliar pada tahun 2050, peternakan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Beberapa perusahaan sudah mulai bereksperimen dengan serangga dalam produk makanan mereka. Roti burger mealworm, bubuk protein, permen bergetah, dan pengganti tuna kalengan yang terbuat dari larva lalat buah hanyalah beberapa dari inovasi makanan baru. Dan bulan lalu, Uni Eropa (UE) menyetujui serangga untuk dikonsumsi manusia!

Jadi bagaimana? Apakah Anda akan mempertimbangkan untuk memakan makanan yang terbuat dari serangga ini?

Sumber: BBC, Bloomberg, Al Jazeera, CNN

Posted By : keluaran hk mlm ini