Kehidupan Mekar Di Tambalan Sampah Laut
Top Articles

Kehidupan Mekar Di Tambalan Sampah Laut

Pernahkah Anda mendengar tentang sampah besar yang mengapung, dua kali ukuran negara bagian Texas di AS?

Dengan lebih dari 79.000 ton sampah plastik, Great Pacific Garbage Patch adalah akumulasi sampah laut terbesar yang diketahui di dunia.

Namun, Patch jauh dari pulau plastik tandus yang Anda bayangkan. Faktanya, para ilmuwan baru-baru ini menemukan hampir 40 spesies laut, mulai dari anemon hingga moluska, serangga laut, dan krustasea di permukaan Patch.

Terlebih lagi, spesies ini telah berkembang biak secara aktif, dengan beberapa generasi hidup bersama dalam komunitas!

Penemuan

The Great Pacific Garbage Patch adalah sebuah pulau sampah di tengah Samudra Pasifik. Itu memang mengandung puing-puing yang terlihat seperti jaring, pelampung, dan bahkan kapal penangkap ikan. Banyak di antaranya hanyut ke laut setelah tsunami dahsyat 2011 di Jepang.

Namun, sebagian besar Patch terdiri dari potongan plastik sangat kecil, yang tercipta ketika angin dan arus laut memecah plastik besar menjadi mikroplastik. Ini terakumulasi dalam pilin, atau arus laut yang berputar, yang mengambil potongan-potongan itu.

Untuk mendapatkan sampel plastik, para ilmuwan bekerja sama dengan Ocean Voyages Institute, sebuah organisasi berbasis di California yang membersihkan puing-puing dari lautan. Dalam studi mereka, para ilmuwan menyaring sampah seperti alat tangkap, botol plastik, dan sikat gigi. Mereka menemukan bahwa 90% spesies yang mengejutkan berasal dari pesisir, hasil yang awalnya mengejutkan mereka.

Bagaimana spesies pesisir berkembang begitu jauh ke laut?

Kejutan

Kehidupan Mekar Di Tambalan Sampah LautLaut terbuka telah lama dianggap sebagai penghalang yang mencegah spesies bermigrasi ke tempat yang jauh. Temuan penelitian menunjukkan ini mungkin tidak lagi terjadi.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa hewan-hewan ini mungkin menumpang sampah plastik, 13 juta ton di antaranya dibuang ke lautan dunia setiap tahun. Migrasi serupa telah diamati pada “rakit” seperti kayu apung dan rumput laut.

Meskipun rakit kayu dapat membawa spesies dalam jarak yang sangat jauh, rakit tersebut pada akhirnya akan terdegradasi seiring waktu. Plastik, bagaimanapun, seringkali tidak dapat terurai secara hayati. Hal ini memungkinkan spesies pesisir untuk melakukan perjalanan lebih jauh, dan memulai habitat permanen di lokasi yang terpencil dan terpencil seperti Great Pacific Garbage Patch.

Para ilmuwan khawatir bahwa habitat plastik ini dapat memfasilitasi pengangkutan spesies ke wilayah pesisir lainnya. Hal ini meningkatkan risiko masuknya spesies invasif ke ekosistem yang rentan, seperti taman nasional dan kawasan lindung.

Sementara para ilmuwan berharap untuk melakukan lebih banyak penelitian, untuk saat ini, karena lebih banyak plastik memasuki lautan dunia, jelas bahwa tren seperti itu hanya akan berlanjut.

Sumber: VOA, NBC, BBC, NOAA, ScienceAlert, Smithsonian

Posted By : keluaran hk mlm ini