Kucing juga mencintaimu!  |  Youngzine Bumi Kita
Our Earth

Kucing juga mencintaimu! | Youngzine Bumi Kita

Kucing juga mencintaimu!  |  Youngzine Bumi KitaKucing atau Anjing? Ini adalah pertanyaan umum yang mungkin Anda tanyakan, atau pernah ditanyakan.

Bagi banyak dari kita, anjing adalah jawaban yang jelas; mereka ramah dan mudah bergaul, sementara kucing menyendiri dan tidak toleran. Sederhana, bukan? Sebenarnya, penelitian terbaru yang dilakukan pada hewan peliharaan keluarga tercinta ini membuktikan sebaliknya!

Para peneliti di Oregon State University melakukan penelitian, membuktikan bahwa kucing sama mampunya, jika tidak lebih dari anjing, untuk terikat dengan pemiliknya!

Kucing: Dimana Semuanya Dimulai

Sulit membayangkan bahwa kucing berasal dari singa perkasa dan harimau hutan. Apakah nenek moyang kita benar-benar memberi makan kucing liar ini daging untuk dijinakkan?

Sebenarnya para ilmuwan mengatakan bahwa kucing adalah keturunan dari Kucing Liar Timur Tengah (Felis silvestris). Dan tidak ada daging yang terlibat dalam menjinakkan hewan-hewan ini; ilmuwan mengatakan kucing liar menjinakkan diri mereka sendiri dan secara bertahap mulai berkeliaran di sekitar nenek moyang kita.

Sepuluh ribu tahun yang lalu, kucing liar mulai berkeliaran di desa-desa pertanian di Turki modern, tertarik oleh banyak hewan pengerat. Akibatnya, kucing liar secara alami tertarik pada manusia; di mana ada orang, di situ ada makanan! Saat kucing tumbuh lebih jinak, mereka mulai menyebar ke Eropa, Asia, dan Afrika.

Ada cabang lain dari kucing peliharaan, terutama dari Mesir, yang kadang-kadang kawin silang. Jika Anda mencari kucing liar asli, Anda akan melihat bahwa mereka memiliki kemiripan yang kuat dengan kucing peliharaan saat ini. Itu karena nenek moyang kita tidak pernah perlu memasukkan kucing melalui proses seleksi. Bagi mereka, kucing itu sempurna: pemburu hewan pengerat yang luar biasa! Tapi ini tidak berarti mereka juga pemburu berdarah dingin.

Kucing: Mereka Tidak Membencimu

Para peneliti melakukan percobaan untuk melihat bagaimana kucing bereaksi terhadap pemiliknya di lingkungan yang tidak dikenal. Pemilik dan kucing memasuki ruangan asing selama dua menit. Kemudian, pemiliknya meninggalkan kucing itu sendiri selama dua menit lagi, sebelum kembali lagi.

Jika kucing memiliki ikatan yang kuat dengan pemiliknya, ia akan santai dan terus menyelidiki ruangan setelah ia kembali. Jika ikatannya tidak stabil, kucing akan menghindari pemiliknya atau menempel padanya. 65,8% kucing dewasa dan 64,3% anak kucing memiliki ikatan yang kuat dengan pemiliknya. Menariknya, persentase ikatan kuat ini sangat dekat dengan ikatan kuat yang dimiliki bayi manusia dengan wali mereka–65%! Dan ternyata kucing memiliki keterikatan aman yang lebih tinggi dengan pemiliknya daripada anjing (61%) juga.

Studi ini menunjukkan bahwa kucing mampu membentuk ikatan yang kuat dengan manusianya, sama seperti anjing. Ini juga memberikan wawasan yang baik tentang bagaimana pengasuhan dan pertemuan dengan calon pengadopsi dapat memengaruhi kemampuan kucing untuk terikat. Jadi ketika Anda ditanya pertanyaan yang diantisipasi: kucing atau anjing, ingat: kucing mencintai kita; mereka hanya menunjukkannya dengan cara mereka sendiri yang istimewa.

Sumber: Sciencealert, National Geographic, artechnica

Posted By : togel hkg 2021 hari ini