Pesan Harapan Jane Goodall
Top Articles

Pesan Harapan Jane Goodall

Pesan Harapan Jane GoodallBayangkan menghabiskan 45 tahun di alam liar, mempelajari simpanse di Tanzania. Jane Goodall, seorang ahli primata dan antropolog, melakukan persis seperti itu.

Kini, di usia 87 tahun, Goodall terus menjadi advokat untuk kesejahteraan dan konservasi hewan, bekerja untuk menyebarkan harapan bahkan di tengah perubahan iklim.

Goodall, yang prihatin dengan penurunan kesehatan planet ini, telah menerbitkan The Book Of Hope, panduan bertahan hidup untuk masa-masa sulit. Dalam hal ini, ia menulis tentang bagaimana mempertahankan harapan dan tetap optimis bahwa umat manusia akan bekerja sama untuk menyembuhkan dunia.

Jane Goodall: Pelopor yang Bersemangat

Kecintaan Goodall pada simpanse dimulai sejak usia dini. Sementara anak-anak lain mungkin telah menerima boneka beruang, ayah Goodall menghadiahkannya sebuah boneka simpanse, yang masih ia miliki sampai sekarang!

Setelah lulus SMA, Goodall mengambil posisi sementara sebagai sekretaris dan asisten produksi film. Dia tertarik mempelajari perilaku hewan, dan pada saat dia berusia 23 tahun, dia berhasil menabung cukup banyak uang untuk bepergian ke Afrika. Di sana, dia bertemu antropolog Louis Leaky.

Goodall akan membantu Leaky dalam studinya tentang primata (spesies yang paling dekat hubungannya dengan manusia) seperti simpanse, gorila, dan orangutan, dengan harapan dapat mempelajari lebih lanjut tentang perilaku mereka. Selama beberapa dekade, Goodall akan bekerja untuk membuat simpanse mempercayainya.

Sepanjang jalan, dia menemukan bagaimana simpanse memiliki struktur sosial dan keterikatan dengan rekan-rekan mereka. Penemuan ini menantang apa yang para ilmuwan pikirkan tentang simpanse sebelumnya – bahwa mereka hanyalah hewan yang agresif dan sulit diatur. Selain itu, dia belajar bahwa hewan adalah omnivora, bukan vegetarian. Dia juga mengamati bahwa simpanse mampu membuat alat, mematahkan kepercayaan masa lalu bahwa hanya manusia yang bisa melakukannya.

Goodall telah menerima banyak penghargaan untuk karyanya, dan Jane — sebuah film dokumenter tentang hidupnya, dirilis pada tahun 2017. Baru-baru ini, Goodall telah mengalihkan perhatiannya ke amal dan aktivisme, mempromosikan pesannya untuk menyelamatkan planet ini.

Buku Harapan

Goodall telah menerbitkan lebih dari 25 buku, mulai dari buku anak-anak hingga cerita petualangan. Karya terbarunya, The Book of Hope, adalah percakapan dengan rekan penulis Douglas Abrams.

Dalam buku itu, Goodall menceritakan hidup melalui Perang Dunia II, pindah ke Gombe, dan meninggalkan hutan untuk berkeliling dunia mengadvokasi keadilan lingkungan. Dia juga membahas sifat harapan dan merenungkan petualangan terakhirnya seiring bertambahnya usia.

Goodall telah memperhatikan bahwa banyak orang, termasuk dirinya sendiri, telah mengalami duka lingkungan – kecemasan dan depresi dalam menanggapi dunia yang berubah. Karena perubahan iklim, banyak orang telah melihat tempat-tempat yang mereka cintai hancur, upaya untuk menyelamatkan kawasan satwa liar ditutup, dan pengabaian lingkungan secara keseluruhan. Melalui buku ini, ia berharap dapat menyebarkan pesan kepada generasi mendatang tentang pentingnya harapan, yang tanpanya empati dan perubahan menjadi mustahil.

Kisah Goodall menginspirasi pembaca untuk mengambil tindakan kecil terlepas dari keputusasaan yang mungkin mereka rasakan. Siapa pun dapat membuat dampak dalam perang melawan perubahan iklim, berapa pun usianya. Mungkin Anda bisa turun tangan dengan mengubah gaya hidup Anda sendiri – mendukung produk ramah lingkungan, mandi lebih singkat, dan makan lebih sedikit daging. Atau mungkin Anda bisa memulai inisiatif di komunitas Anda sendiri. Seperti yang ditekankan Goodall, masih ada harapan bagi dunia jika kita semua mengambil tindakan.

Apakah Anda akan membaca Kitab Harapan?

Sumber: NY Times, NPR, JaneGoodall.org

Posted By : keluaran hk mlm ini